Pontianak —sabtu 4 Maret 2026 tajuktajamnews@gmail.com
Kegiatan halal bihalal yang digelar Keluarga Besar FKPPI Kalimantan Barat tak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri.
Di balik suasana hangat dan penuh kekeluargaan, tersirat konsolidasi kekuatan organisasi yang memiliki jejaring luas hingga ke tingkat daerah.
Acara yang berlangsung di rumah dinas Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, itu dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari unsur TNI, Polri, hingga pejabat daerah. Kehadiran perwakilan Kodam XII/Tanjungpura, Lantamal XII, TNI Angkatan Udara, serta Polda Kalimantan Barat
mempertegas posisi strategis organisasi ini dalam lanskap sosial kemasyarakatan di Kalimantan Barat.
Tak hanya itu, para Ketua FKPPI dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat juga turut hadir.
Komposisi peserta ini menunjukkan bahwa FKPPI bukan sekadar organisasi berbasis simbolik, melainkan memiliki struktur dan jaringan yang aktif hingga ke akar rumput.
Ketua FKPPI Kalimantan Barat, Doni Prasetya Aswin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan kehormatan organisasi.
Ia mengingatkan bahwa FKPPI memiliki tanggung jawab moral untuk tetap hadir di tengah masyarakat.
“FKPPI harus menjaga marwah organisasi.
Kita tidak boleh terpecah. Justru kita harus semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya dorongan internal agar FKPPI tidak hanya bergerak dalam lingkup seremonial, tetapi juga memperkuat peran sosial dan pengaruhnya dalam dinamika daerah.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah.
Ia menilai, stabilitas dan ketentraman wilayah tidak dapat dilepaskan dari peran aktif berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi seperti FKPPI.
“Kebersamaan dan sinergi harus terus dijaga. Organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan dan menjaga kondusivitas daerah,” ujarnya.
Kehadiran senior FKPPI, Zulkifli Lubis, turut memberi bobot tersendiri dalam kegiatan tersebut. Figur senior dalam organisasi menjadi simbol kesinambungan nilai dan arah perjuangan FKPPI di tengah perubahan zaman.
Lebih dari sekadar seremoni keagamaan, halal bihalal ini juga dipandang sebagai ruang komunikasi strategis antar pemangku kepentingan.
Dalam konteks daerah, pertemuan lintas unsur seperti ini kerap menjadi momentum untuk menyatukan persepsi, merawat hubungan, sekaligus memperkuat pengaruh kolektif.
Di sisi lain, sorotan publik terhadap organisasi kemasyarakatan kini semakin tinggi.
Transparansi, kontribusi nyata, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat menjadi tuntutan yang tidak bisa dihindari. FKPPI, dengan jejaring dan kedekatannya dengan berbagai unsur kekuasaan, dinilai memiliki peluang sekaligus tantangan untuk menjawab ekspektasi tersebut.
Apakah konsolidasi yang terbangun dalam momentum halal bihalal ini akan berujung pada langkah konkret di lapangan, menjadi pertanyaan yang relevan untuk terus dikawal.
Acara berlangsung dalam suasana penuh keakraban, ditutup dengan ramah tamah dan silaturahmi antar peserta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan redaksi media Tajuktajamnews, Ruslan S.H., serta Totok, yang mendokumentasikan jalannya kegiatan.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap profesionalisme jurnalistik, tim media menyatakan membuka ruang klarifikasi atas setiap pemberitaan yang telah dipublikasikan, guna menjunjung tinggi kode etik jurnalistik sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

