*TajukTajamNews* SINGKAWANG,18 Oktober 2026— Yusri, salah seorang warga Kota Singkawang, mengaku dirugikan akibat terganggunya distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Ia mendesak pihak PDAM agar segera menghadirkan solusi konkret bagi pelanggan yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Yusri juga menyayangkan perayaan hari ulang tahun PDAM yang menurut pandangannya seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengevaluasi pelayanan dan mencari solusi atas persoalan distribusi air yang dikeluhkan masyarakat.
Menurutnya, anggaran yang digunakan untuk kegiatan seremonial akan lebih bermanfaat apabila diarahkan pada upaya perbaikan layanan, peningkatan infrastruktur, serta penanganan keluhan pelanggan yang airnya tidak mengalir.
“Yang kami perlukan adalah solusi dari PDAM, bukan alasan yang terus berulang. Kami ingin air mengalir dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” tegas Yusri.
Yusri menilai, sejumlah alasan yang kerap disampaikan terkait gangguan distribusi air, seperti pompa yang dinilai kurang kuat mendorong air serta kekosongan sumber air baku, belum memberikan kepastian mengenai kapan pelayanan kembali normal.
Padahal, air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Ketika distribusi terhenti dalam waktu yang lama, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh rumah tangga maupun aktivitas ekonomi warga.
Karena itu, ia meminta PDAM tidak hanya menyampaikan penjelasan teknis, tetapi juga memberikan informasi yang transparan, jadwal pemulihan layanan, serta langkah penanganan yang jelas bagi pelanggan terdampak.
Selain menyoroti pelayanan, Yusri meminta aparat dan instansi berwenang melakukan pemeriksaan serta audit keuangan PDAM sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Ia mempertanyakan jumlah pelanggan PDAM di Kota Singkawang, besaran pendapatan yang diperoleh dari pembayaran rekening air, serta total biaya operasional yang dikeluarkan perusahaan setiap bulan.
Menurutnya, data mengenai jumlah pelanggan, pendapatan, biaya operasional, dan anggaran pemeliharaan perlu dijelaskan secara transparan agar masyarakat dapat memahami bagaimana pengelolaan perusahaan dilakukan serta sejauh mana anggaran tersebut mendukung peningkatan kualitas pelayanan.
“Kalau jumlah pelanggan diketahui, pendapatan perusahaan dapat dihitung. Biaya operasional juga harus jelas. Masyarakat berhak mempertanyakan bagaimana pengelolaan keuangan PDAM dan mengapa persoalan distribusi air masih menjadi keluhan,” ungkapnya.
Ia berharap pemeriksaan dilakukan secara profesional, objektif, dan berdasarkan data agar dapat diketahui apakah pengelolaan anggaran serta pemeliharaan infrastruktur telah berjalan sesuai ketentuan.
Yusri menegaskan, persoalan distribusi air bersih tidak seharusnya berhenti pada penjelasan dan janji perbaikan. Masyarakat membutuhkan langkah nyata, kepastian pelayanan, dan pertanggungjawaban yang dapat diukur.
Ia juga berharap pemerintah daerah serta instansi pengawas terkait segera mengevaluasi kinerja PDAM, memastikan penyebab gangguan distribusi, dan mendorong penyelesaian yang berkelanjutan.
Hingga naskah ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak PDAM maupun pemerintah daerah mengenai keluhan yang disampaikan Yusri. Oleh karena itu, klarifikasi dari pihak PDAM diperlukan untuk memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan, jumlah pelanggan terdampak, langkah penanganan, serta pengelolaan anggaran perusahaan.
Bagi masyarakat, ukuran utama pelayanan PDAM bukanlah kemeriahan perayaan, melainkan kepastian bahwa air bersih mengalir dan hak pelanggan terpenuhi.
Pewarta : M.A
Sumber : YUSRI
Warga Singkawang Keluhkan Distribusi Air PDAM, Desak Solusi Nyata dan Audit Keuangan

