Bupati Kubu Raya Harus Tegas: Jangan Biarkan Polemik Keluarga Menggerus Kepercayaan Publik

 

KUBU RAYA — 15-Agustus-2026-Tajuk tajam new.com

Polemik yang menyeret nama adik kandung Bupati Kubu Raya, Sujiwo, di RSUD Tuan Besar Syarif Idrus tidak lagi sekadar menjadi persoalan keluarga.

Ketika sebuah peristiwa melibatkan lingkungan pelayanan publik dan kemudian menjadi perhatian luas masyarakat, seorang kepala daerah dituntut menunjukkan sikap yang tegas, terbuka, dan tidak memberikan ruang sedikit pun bagi munculnya kesan perlakuan istimewa.

Publik tidak sedang meminta Bupati Kubu Raya mengadili keluarganya.

Publik hanya ingin melihat ketegasan seorang pemimpin.

Peristiwa yang terjadi di ruang resusitasi rumah sakit dan rekaman CCTV yang kemudian beredar luas telah memunculkan berbagai persepsi di tengah masyarakat.

Karena itu, Sujiwo perlu mengambil langkah yang jelas agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi krisis kepercayaan terhadap pemerintah daerah.

Jangan Cukup Hanya Mengecam

Pernyataan Sujiwo yang mengecam tindakan adiknya dan mempersilakan pihak yang merasa dirugikan menempuh jalur hukum merupakan langkah awal.

Namun bagi masyarakat, persoalannya tidak berhenti pada pernyataan.

Pemimpin diuji ketika persoalan menyentuh orang terdekatnya.

Ketika yang dipersoalkan adalah orang lain, ketegasan relatif mudah ditunjukkan.

Tetapi ketika yang terseret adalah keluarga sendiri, di situlah publik ingin melihat apakah prinsip keadilan benar-benar berlaku tanpa pandang bulu.

Sujiwo memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa hubungan darah tidak boleh menjadi alasan munculnya perlakuan berbeda.

Jika memang terdapat dugaan pelanggaran hukum, biarkan aparat penegak hukum bekerja secara profesional.

Jika terdapat pelanggaran terhadap aturan pelayanan rumah sakit, biarkan mekanisme yang berlaku berjalan.

Dan jika ternyata tuduhan yang beredar tidak terbukti, maka semua pihak juga harus menghormati hasil klarifikasi dan proses hukum.

Bupati Harus Menjaga Wibawa Pemerintahan

Sebagai kepala daerah, Sujiwo tidak hanya bertanggung jawab terhadap keluarganya, tetapi juga terhadap masyarakat Kubu Raya.

Karena itu, sikap yang paling dibutuhkan saat ini adalah ketegasan dan transparansi.

Jangan sampai masyarakat memperoleh kesan bahwa ada kelompok tertentu yang merasa dapat bertindak berbeda hanya karena mempunyai hubungan dengan pejabat.

Persepsi seperti itu sangat berbahaya.

Sebab pemerintahan tidak hanya dibangun melalui program kerja dan pembangunan fisik.

Pemerintahan juga dibangun melalui kepercayaan.

Sekali masyarakat merasa ada perlakuan berbeda, kepercayaan tersebut dapat runtuh dengan cepat.

Jika Perlu, Sujiwo Harus Berani Mengambil Keputusan Politik

Sujiwo sendiri pernah menyatakan bahwa dirinya tidak takut meninggalkan jabatan apabila merasa tidak lagi mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

Kini pernyataan tersebut kembali diuji.

Bukan berarti setiap persoalan keluarga harus berujung pada pengunduran diri seorang kepala daerah. Itu bukan kesimpulan yang tepat.

Namun Sujiwo harus berani mengambil keputusan yang paling bertanggung jawab apabila hasil pemeriksaan atau proses hukum nantinya menunjukkan adanya persoalan yang serius dan berdampak terhadap kredibilitas pemerintah daerah.

Jabatan adalah amanah, bukan tameng bagi keluarga.

Jika diperlukan langkah hukum, dukung proses hukum.

Jika diperlukan evaluasi internal, lakukan evaluasi.

Jika diperlukan permintaan maaf kepada masyarakat, sampaikan secara terbuka.

Jika diperlukan tindakan administratif sesuai kewenangan, jangan ragu mengambil keputusan.

Dan jika pada akhirnya Sujiwo menilai dirinya tidak lagi mampu menjalankan amanah secara efektif, maka pernyataan mengenai kesiapan mundur juga harus dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Rakyat Kubu Raya Menunggu Ketegasan

Masyarakat Kubu Raya tentu tidak ingin persoalan ini terus menjadi konsumsi media sosial.

Rakyat membutuhkan kepastian bahwa pemerintah daerah berdiri di atas prinsip yang sama:

Siapa pun orangnya, aturan tetap aturan.

Justru dalam situasi seperti ini, Sujiwo mempunyai kesempatan untuk menunjukkan karakter kepemimpinannya.

Bukan dengan membalas kritik.

Bukan dengan melawan netizen.

Bukan pula dengan membangun narasi pembelaan keluarga.

Tetapi dengan menunjukkan bahwa Bupati Kubu Raya mampu memisahkan hubungan keluarga dari kepentingan pemerintahan dan penegakan aturan.

Itulah kepemimpinan yang sesungguhnya.

Tajuk Tajam News:

Publik Berhak Mendapat Jawaban

Tajuk Tajam News menilai persoalan ini perlu diselesaikan secara terang, objektif, dan berdasarkan fakta.

Redaksi tidak bermaksud menghakimi atau menyimpulkan kesalahan pihak mana pun.

Namun sebagai media, kami berkepentingan memastikan bahwa suara masyarakat mengenai pelayanan publik dan ketegasan pemerintah daerah tidak diabaikan.

Karena itu, kami membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Bupati Kubu Raya Sujiwo, pihak keluarga, manajemen RSUD Tuan Besar Syarif Idrus, maupun pihak lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Pesan publik kepada Bupati Kubu Raya sebenarnya sederhana:

Jangan lindungi kesalahan jika memang ada kesalahan.

Jangan hukum seseorang jika belum terbukti bersalah.

Tetapi jangan pula membiarkan jabatan dan hubungan keluarga menciptakan kesan bahwa hukum bisa berbeda untuk orang tertentu.

Kini bola berada di tangan Sujiwo.

Publik tidak hanya menunggu pernyataan.

Publik menunggu keputusan dan ketegasan.

Karena seorang pemimpin bukan hanya dinilai ketika berhasil membuat masyarakat tersenyum, tetapi juga ketika berani mengambil sikap saat persoalan menyentuh lingkungan terdekatnya sendiri.

Kubu Raya membutuhkan pemimpin yang tegas, bukan sekadar pemimpin yang viral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *