Tanah Dan Batu Di Pegunungan Sijamgkung Dikeruk Secara Sembarang: Warga Khawatir Terjadi Longsor Dan Banjir

Tanah Dan Batu Di Pegunungan Sijamgkung Dikeruk Secara Sembarang: Warga Khawatir Terjadi Longsor Dan Banjir

SINGKAWANG, KALIMANTAN BARAT — Kawasan pegunungan di wilayah Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, tampak berubah drastis. Hutan dan penghijauan alami yang seharusnya dijaga, kini tampak gundul. Tanah dan batunya terlihat dikeruk menggunakan alat berat dan diangkut truk, tanpa terlihat adanya pengendalian maupun izin yang jelas.

Pengamatan awak media pada Sabtu (1/8/2026) memperlihatkan aktivitas pengerukan tanah dan batuan berlangsung di lereng bukit. Bukit yang dulunya hijau tertutup pepohonan, kini terbuka luas hingga membiarkan tanah merah terbuka tanpa pelindung. Material hasil keruk langsung dimuat ke truk dan dibawa pergi. Warga menyebut aktivitas ini dilakukan demi keuntungan pribadi, bukan untuk kepentingan umum.

KHAWATIR BENCANA ALAM

Warga sekitar menyampaikan kekhawatiran yang mendalam. Jika dibiarkan terus, penghijauan akan habis. Tanah yang gundul dan tidak tertanami pohon akan sangat rentan mengalami longsor saat musim hujan tiba. Selain itu, air hujan yang tidak tertahan akibat hilangnya vegetasi akan langsung mengalir deras ke bawah, berpotensi memicu banjir dan kerusakan lingkungan yang merugikan masyarakat luas.

“Bukit ini dulunya hijau, menjaga kita dari longsor dan banjir. Sekarang digunduli demi diambil tanah dan batunya. Kalau longsor atau banjir datang, siapa yang bertanggung jawab?” ujar salah satu warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

DIMANA PENGAWASAN PIHAK BERWENANG?

Terhadap hal tersebut, masyarakat mempertanyakan keberadaan pengawasan dari pihak berwenang. Kepada Walikota Singkawang, Satuan Polisi Pamong Praja, serta dinas-dinas terkait yang bertugas mengawasi lingkungan dan pertambangan, diharapkan segera turun ke lokasi. Masyarakat mempertanyakan:

– Apakah pengerukan ini telah memiliki izin resmi?
– Jika tidak ada izin, mengapa aktivitas ini dibiarkan berjalan?
– Siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan dan risiko bencana yang timbul?

Masyarakat menuntut agar pengusaha yang hanya mementingkan keuntungan pribadi dengan mengorbankan keselamatan lingkungan dan warga segera ditindak. Lingkungan hidup adalah hak bersama, bukan milik perorangan untuk dieksploitasi sesuka hati hingga merugikan orang lain.

SERUAN UNTUK TINDAKAN TEGAS

Awak media telah berupaya meminta keterangan kepada pihak terkait di lokasi, namun hingga berita ini diturunkan belum memperoleh tanggapan. Berita ini akan diperbarui setelah ada penjelasan resmi dari pihak berwenang.

Diharapkan Pemerintah Kota Singkawang melalui jajaran terkait segera melakukan pengecekan di lapangan, menindak tegas pelanggaran yang terjadi, dan mengembalikan fungsi lingkungan agar tidak menimbulkan bencana yang merugikan banyak pihak di kemudian hari.

Timred

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *