PONTIANAK — 19-Mei-2026-Tajuk tajam new.com
Tiga pucuk pimpinan TNI menjadi bagian dari momentum silaturahmi kebangsaan bersama keluarga besar Anak Kolong Kalimantan Barat pada 19 Mei 2026.
Pertemuan tersebut menghadirkan Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, Pangdam XII/TPR Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, dan Dankodaeral XII Pontianak Laksda TNI Sawa, S.E., M.M., CIQaR.
Momentum tersebut turut dihadiri S. Widodo, S.E., Ketua Paguyuban TUKS & TERSUS Kalimantan Barat sekaligus Pembina Anak Kolong, serta Mi’rad Firdaus, S.H., M.H., dari Dinas Perhubungan Kota Pontianak yang merupakan bagian dari keluarga besar Anak Kolong Kalbar.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menjadi ruang silaturahmi sekaligus mempererat komunikasi antara unsur TNI dan keluarga besar Anak Kolong di Kalimantan Barat.
Bukan Sekadar Pertemuan
Bagi keluarga besar Anak Kolong Kalbar, kehadiran para pimpinan TNI dalam momentum tersebut memiliki arti tersendiri.
Silaturahmi dipandang sebagai bagian dari upaya merawat hubungan persaudaraan serta menumbuhkan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
S. Widodo, S.E., menegaskan bahwa persaudaraan dan komunikasi merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan.
“Silaturahmi bukan sekadar bertemu dan berjabat tangan.
Di dalamnya ada nilai persaudaraan, penghormatan dan semangat kebangsaan.
Kita berasal dari latar belakang yang berbeda, tetapi kita memiliki satu rumah besar, yaitu Indonesia,” ujar Widodo.
Ia menambahkan, keluarga besar Anak Kolong Kalbar ingin terus menjaga hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat maupun institusi negara, khususnya TNI yang selama ini memiliki kedekatan historis dengan keluarga besar Anak Kolong.
Merawat Nilai Perjuangan dan Kebangsaan
Menurut Widodo, nilai-nilai seperti disiplin, loyalitas, pengabdian dan kecintaan kepada tanah air merupakan bagian dari semangat yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
Karena itu, silaturahmi menjadi salah satu sarana untuk menjaga agar nilai-nilai tersebut tidak hilang di tengah perubahan zaman.
“Kami ingin semangat Anak Kolong tetap menjadi semangat persaudaraan, bukan sekadar simbol.
Kita harus mampu menjaga komunikasi, menghormati para pejuang dan terus menanamkan kecintaan kepada NKRI kepada generasi muda,” katanya.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa kekuatan bangsa tidak hanya dibangun melalui institusi, tetapi juga melalui hubungan yang sehat antara negara dan masyarakat.
Bagi keluarga besar Anak Kolong Kalimantan Barat, momentum 19 Mei 2026 menjadi bagian dari catatan perjalanan untuk terus merawat persaudaraan dan semangat kebangsaan.
Tiga pimpinan TNI.
Satu momentum silaturahmi.
Satu semangat: menjaga persaudaraan dan kecintaan kepada Indonesia.
TAJUK TAJAM NEWS
“Merawat Persaudaraan, Menguatkan Kebangsaan.”

