PONTIANAK — 30-Agusus-2026-Tajuk tajam new.com
Menghadapi kondisi musim kemarau yang berdampak pada sulitnya mendapatkan air bersih serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan asap dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat,
Ketua Umum Keluarga Besar Anak Kolong Kalimantan Barat, Denny Purwanto, S.Sos, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghadapi situasi tersebut dengan doa, kepedulian, dan solidaritas sosial.
Denny menyampaikan bahwa kondisi kemarau dan musibah karhutla bukan hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, khususnya air bersih.
Di sisi lain, asap akibat karhutla juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.
Menurut Denny, masyarakat Kalimantan Barat memiliki keberagaman adat, budaya, dan agama. Karena itu, setiap kelompok masyarakat dipersilakan menjalankan ikhtiar sesuai keyakinan dan tradisi masing-masing selama dilakukan secara baik dan tidak mengganggu masyarakat lainnya.
“Untuk masyarakat yang memiliki adat dan budaya masing-masing serta agama masing-masing, silakan melakukan ritual sesuai dengan kebiasaannya.
Yang mau potong babi, silakan potong babi.
Bagi kita yang beragama Muslim, kita mengadakan salat istikharah, memohon kepada Allah agar diberikan hujan,” ujar Denny.
Selain mengajak masyarakat berdoa, Denny juga menekankan pentingnya memperkuat kepedulian sosial.
Menurutnya, kondisi sulit seperti sekarang merupakan momentum bagi masyarakat untuk saling membantu, terutama kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Ia mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan lebih untuk melakukan sedekah dan membantu warga yang mengalami kesulitan, khususnya mereka yang memang berhak menerima bantuan.
“Mari kita melakukan sedekah kepada masyarakat yang mengalami kesulitan dan kesusahan, kepada mereka yang benar-benar berhak mendapatkan bantuan,” ungkapnya.
Denny menilai, menghadapi kemarau dan dampak karhutla tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu pihak.
Pemerintah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat perlu membangun kepedulian bersama.
Menurutnya, semangat gotong royong harus kembali diperkuat agar masyarakat yang terdampak tidak merasa sendirian dalam menghadapi situasi sulit.
Di akhir pesannya, Ketua Umum Keluarga Besar Anak Kolong Kalimantan Barat tersebut mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, saling menghormati perbedaan keyakinan dan budaya, serta memperbanyak doa dan amal kebaikan.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu Wa Ta’ala, selalu melindungi kita dan memberikan rahmat-Nya kepada seluruh umat manusia yang dengan tulus menyerahkan diri ke hadirat-Nya.”
Denny Purwanto, S.Sos
Ketua Umum Keluarga Besar Anak Kolong Kalimantan Barat

