PONTIANAK, KUBU RAYA —13-September-2026-Tajuk tajam new.com
Musibah kemarau yang melanda sejumlah wilayah kembali menimbulkan persoalan serius bagi masyarakat, khususnya kebutuhan terhadap air bersih.
Warga Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya membutuhkan suplai air bersih yang memadai.
Di tengah kondisi tersebut, keterbatasan armada pengangkut menjadi salah satu kendala dalam proses pendistribusian air kepada masyarakat.
Kondisi ini menjadi perhatian karena di kawasan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, masih terdapat sumber air sungai yang relatif tawar dan berpotensi dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Namun, persoalan yang dihadapi saat ini bukan semata-mata ketersediaan sumber air, melainkan bagaimana mengangkut dan mendistribusikannya kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pengusaha Kapal Jangan Hanya Jadi Penonton
Di tengah kondisi darurat kebutuhan air bersih tersebut, para pengusaha pelayaran, pemilik kapal besi maupun pemilik tongkang yang beroperasi di wilayah Pontianak dan Kubu Raya diharapkan dapat mengambil bagian dalam membantu masyarakat.
Bukan berarti perusahaan harus mengabaikan kegiatan bisnisnya.
Namun, dalam situasi seperti sekarang, kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap masyarakat sekitar juga menjadi bagian penting dari keberadaan dunia usaha.
Salah satu bentuk bantuan yang dapat dipertimbangkan adalah memfasilitasi kapal atau tongkang sebagai sarana pengangkutan air bersih, tentunya melalui koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah serta instansi terkait.
Dengan adanya armada berkapasitas besar, distribusi air bersih diharapkan dapat dilakukan lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan mobil tangki yang memiliki kapasitas terbatas.
Koordinator Kewalahan Mencari Armada
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Tokoh masyarakat selaku koordinator angkutan air bersih yang bekerja sama dengan pemerintah daerah saat ini mengalami kendala dalam mencari armada kapal maupun tongkang untuk mendukung proses distribusi air bersih.
Kondisi tersebut disebut telah berlangsung sejak beberapa waktu terakhir, sementara kebutuhan masyarakat terhadap air bersih terus meningkat.
Mobil-mobil tangki yang selama ini digunakan pemerintah daerah memang membantu masyarakat.
Namun, dengan luas wilayah dan jumlah warga yang membutuhkan, kapasitas angkutan tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab kebutuhan secara keseluruhan.
Karena itu, diperlukan solusi bersama dan terobosan baru, termasuk melibatkan dunia usaha pelayaran.
Saatnya Dunia Usaha Hadir untuk Masyarakat
Musibah kemarau bukan hanya menjadi persoalan pemerintah.
Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar seperti air bersih, seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, dapat mengambil peran sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.
Para pemilik kapal dan tongkang di Pontianak serta Kubu Raya diharapkan tidak hanya melihat aktivitas pelayaran dari sisi bisnis, tetapi juga melihat kondisi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional mereka.
Satu tongkang yang difasilitasi untuk mengangkut air bersih berpotensi membantu ribuan warga, apabila dikelola dengan baik dan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah.
Kini pertanyaannya bukan hanya siapa yang mendapatkan keuntungan dari aktivitas pelayaran, tetapi juga:
“Siapa yang bersedia hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan?”
Pemerintah daerah telah berupaya melakukan distribusi melalui armada mobil tangki.
Namun apabila kebutuhan terus meningkat, keterlibatan armada laut dari perusahaan pelayaran dapat menjadi salah satu alternatif yang patut dipertimbangkan.
Dunia usaha pelayaran di Pontianak dan Kubu Raya memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa keberadaan perusahaan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga dapat memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
Saatnya para pemilik kapal dan tongkang bergerak bersama pemerintah membantu masyarakat menghadapi musibah kemarau dan krisis suplai air bersih.
Jangan sampai masyarakat yang sedang membutuhkan air bersih hanya menjadi penonton dari lalu-lalang kapal dan tongkang yang melintas di wilayah mereka.
Tajuk Tajam News — Bijak, Jujur dan Adil.
Catatan Redaksi: Pemberitaan ini merupakan bentuk kepedulian dan dorongan kepada seluruh pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat.
Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi, hak jawab, dan informasi tambahan dari pemerintah daerah, perusahaan pelayaran, pemilik kapal/tongkang maupun pihak terkait lainnya sesuai prinsip UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

