Pernyataan Perwakilan Pelaksana Proyek RSUD Sambas Menuai Kritikan Tajam

SAMBAS- Pernyataan Mustapa sebagai perwakilan Pelaksana Proyek pekerjaan Gedung RSUD Sambas, ia menyebutkan:

“Terhadap progres pembangunan keselamatan pekerja menjadi perhatian”, jadi kritikan Tajam oleh Wakil Ketua DPW LAKS-RI Kalimantan Barat.

Pernyataan perwakilan pelaksana proyek tersebut, menjadi kritik tajam dan tantangan terbuka dari Lembaga Laskar Anti Korupsi Sawerigading Republik Indonesia (LAKS-RI) Kalimantan Barat. Sabtu (11/09/2026)

Mustapa sebelumnya mengatakan, sejauh pelaksanaan pembangunan berjalan, kondisi para pekerja dalam keadaan aman. Pihaknya juga terus mengingatkan pekerja untuk memperhatikan tata cara pekerja dan menggunakan perlengkapan yang diperlukan saat saat berada di lingkungan proyek.

“Alhamdulillah” pekerja aman,”ujur Mustapa

Selain itu, Mustapa juga menyebutkan; keselamatan harus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pekerjaan, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan keamanan para pekerja.

Namun, pernyataan Mustapa selaku perwakilan pelaksana proyek tersebut itu menjadi kritikan tajam oleh Wakil Ketua DPW LAKS-RI Kalimantan Barat,

Rudi Kurniawan W CFLE menyebutkan, pernyataan perwakilan pelaksana proyek RSUD Sambas mengatakan, keselamatan para pekerja proyek “Alhamdulillah Aman”

Ia secara terbuka menantang perwakilan Pelaksana Proyek tersebut, untuk membuktikan ucapan pernyataan langsung di publik.

“Faktanya, dari hasil pantauan bersama media pada Kamis 10 September sekira pukul 12,59 Wib, kami melihat para pekerja dan kepala tukang tidak menggunakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta pengawas konsultan, teknis dan pengawas K3 tidak ada di lokasi,” tegas Rudi Kurniawan W CFLE.

Rudi Kurniawan juga mengatakan, terkait pernyataan Perwakilan pelaksana proyek tersebut, kalau benar pernyataannya disampaikan di salah satu media online, mari kita buktikan dilapangan bahwa para pekerja sudah aman menggunakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

“Jangan asal bikin stagmen atau opini di kegiatan proyek pekerjaan RSUD Sambas,” sebutnya.

Karena, sebelumnya sudah pernah diberitakan di beberapa media dan pada hari kamis 10 September kami juga menemukan para pekerja tidak menggunakan K3. Jadi saya menilai pernyataan Wakil Perwakilan pelaksana adalah pembohongan publik.

Perlu di ketahui, pekerjaa tersebut, yang dinaungi Dinas Kesehatan Rumah Sakit Umum Sambas Sambas dengan nilai Rp: 5.117.549.692,00,- bersumber dari anggaran APBD (DAK) tahun 2026, yang dikerjakan oleh Pelaksana CV. SHULTHAN GARNIDA
Konsultan Pengawas CV. AZZTECH CONSUL TANT.

Saat dikonfirmasi salah satu pekerja yang tidak disebutkan namanya, mengaku, dari awal mulai kerja saya tidak pernah di kasih baju sefety dan sepatu bot pak.

“Untuk pekerja kami ada empat orang dari Sambas pak,” ungkap pekerja kepada awak media.

Saat dikonfirmasi untuk dimintai stagmen kepada mengaku kepala tukang terkait SKK dan para pekerja tidak menggunakan K3, ia menyebutkan, “baju sefety basah” maaf pk saya tidak berani buat stagmen takut salah menyampaikan,” ujar kepala tukang.

Tak hanya di situ, awak media mencoba konfirmasi kepada Muhardi selalu Humas RSUD Sambas, ia mengatakan,”

“Pembangunan yang dibelakang sama didepan berbeda orang nya,”ucap Muhardi dengan nada terburu buru mau ke dewan,” ujar Muhardi.

Sehingga berita ditayangkan awak media sudah mencoba beberapa kali lewat pesan dan telpon whatsApp, kepada Pelaksana tak pernah ditanggapi atau respon, ada apa?

Penulis:Timred

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *