Tajuktajamnews.com // Ketapang, Kalbar — Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, terus dilakukan. PT Serinding Sumber Makmur (PT SSM) melakukan penanganan langsung terhadap kejadian kebakaran di Dusun Pentokal dan Dusun Nango, Desa Petai Patah.
Berdasarkan laporan penanggulangan Karhutla periode Agustus 2026, kebakaran di Dusun Pentokal terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Area yang terbakar tercatat sekitar 9,95 hektare, dengan kejadian berlangsung mulai pukul 16.15 WIB hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB.
Dalam penanganan tersebut, PT SSM mengerahkan empat personel serta satu unit Water Truck milik PT JUS yang merupakan kontraktor PT SSM.
Tim juga menggunakan dua roll selang pemadam sepanjang 60 meter beserta nozzle untuk mendukung proses pemadaman.
Sementara itu, kebakaran kembali terjadi di Dusun Nango pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Luas area yang terbakar tercatat sekitar 0,46 hektare.
Penanganan dilakukan sejak pukul 13.15 WIB hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB
Pada kejadian tersebut, empat personel PT SSM bersama empat personel Brimob yang berstatus BKO dikerahkan dengan dukungan satu unit Water Truck PT JUS.
Diduga Dipicu Kelalaian Manusia
Dalam laporan tersebut, faktor penyebab kebakaran di antaranya disebut berkaitan dengan dugaan kelalaian manusia, termasuk dugaan pembakaran atau pembukaan lahan dengan cara membakar.
Kondisi alam berupa suhu tinggi, angin kencang dan kekeringan lahan juga menjadi faktor yang dapat memperparah penyebaran api.
Lokasi yang terdampak disebut mencakup kawasan hutan lindung, perkebunan warga kelapa sawit maupun lahan kosong.
Pendinginan dan Pemantauan Terus Dilakukan
Setelah proses pemadaman, tim melakukan pendinginan di sejumlah titik untuk mengantisipasi munculnya kembali api dari sumber lain.
Titik api yang tidak terjangkau selang pemadam juga dikoordinasikan dengan warga agar terus dipantau dan ditangani menggunakan mesin pompa punggung.
Penanganan di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sumber air, kondisi akses jalan serta kabel listrik yang melintang rendah.
Di Dusun Nango, kapasitas pengisian Water Truck juga dibatasi karena pertimbangan keamanan saat melewati jembatan, sementara pengisian ulang air dari Sungai Pawan membutuhkan waktu dan harus berbagi dengan warga.
Perkuat Pencegahan
PT SSM juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pendinginan, patroli pemantauan titik asap serta peningkatan sosialisasi larangan membakar lahan kepada masyarakat. Sosialisasi serupa juga diarahkan kepada karyawan PT SSM dan seluruh kontraktor perusahaan.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pencegahan sekaligus meningkatkan kewaspadaan seluruh pihak terhadap potensi Karhutla, khususnya selama kondisi lahan kering.
Penanganan Karhutla di Pentokal dan Nango melibatkan berbagai unsur, termasuk jajaran Polsek Sandai, personel Brimob BKO, karyawan PT SSM serta relawan masyarakat.
Kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam mempercepat pemadaman dan mencegah api kembali meluas.
“Stop Karhutla, Jaga Hutan dan Lindungi Masa Depan.”

