Sambas, Kalbar | 16 Mei 2026
Pembangunan saluran irigasi di wilayah Rawa Tebas (Komplek Jeruk) yang menjadi salah satu proyek strategis di Kabupaten Sambas terus berjalan meski dihadapkan tantangan kondisi alam yang berat.
Dikelola oleh Balai Wilayah Kalimantan I Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), proyek senilai Rp22,7 miliar ini kini telah mencapai progres fisik sebesar 35 persen.
Proyek besar ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT. Anugrah Bayu Arya Perkasa dengan masa pelaksanaan selama 210 hari kalender.
Tujuannya tak lain adalah untuk memperbaiki sistem pengairan dan pengendalian banjir di kawasan tersebut, yang nantinya akan sangat bermanfaat bagi ratusan hektar lahan pertanian dan pemukiman warga sekitar.
Meskipun progres pekerjaan terbilang cukup baik, perjalanan pembangunan ini tidaklah mudah. Berada di wilayah rawa yang cenderung datar dan berair, cuaca buruk serta curah hujan tinggi seringkali membuat lokasi pekerjaan tergenang air cukup dalam.
Kondisi ini secara alami menjadi penghambat utama, menyulitkan pergerakan alat berat, distribusi material, hingga aktivitas fisik para pekerja di lapangan.
Namun, tantangan alam tersebut tidak menyurutkan semangat pelaksana, pengawas, maupun para pekerja. Di tengah genangan air yang kadang setinggi pinggang dan medan yang berlumpur, tim pelaksana terus berupaya maksimal. Berbagai strategi penanganan banjir dan pengaliran air diterapkan agar pekerjaan tetap bisa berjalan sesuai jadwal dan spesifikasi teknis yang ditetapkan.
“Kami terus berjuang mengendalikan air dan banjir yang kerap datang tiba-tiba saat hujan. Meski berat, kami pastikan pekerjaan tetap berjalan dan kualitasnya terjaga,” ujar perwakilan pelaksana di lokasi.
Diharapkan, setelah rampung nanti, saluran irigasi sepanjang ratusan meter ini tidak hanya akan menjadi penopang ketahanan pangan di wilayah Tebas dan sekitarnya, tetapi juga mampu melindungi pemukiman warga dari risiko banjir tahunan.
Proyek ini menjadi bukti nyata kehadiran pembangunan infrastruktur yang adaptif terhadap tantangan geografis Kabupaten Sambas.
(M. Iskandar)

