KETAPANG, KALIMANTAN BARAT —
Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus diperkuat melalui keterlibatan berbagai pihak. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan Tim Penyuluhan Mabes TNI di Kabupaten Ketapang.
Tim yang dipimpin Brigjen TNI Anak Agung Ngurah Romy Satryadi tersebut memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Pendamar Indah, Kecamatan Sandai, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan menyasar masyarakat dan pemerintah desa yang berada di wilayah Koramil 1203-10/Sandai. Penyuluhan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman serta kepedulian masyarakat terhadap pencegahan karhutla dan kondisi lingkungan di sekitar permukiman maupun lahan yang dikelola warga.
Brigjen TNI Anak Agung Ngurah Romy Satryadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas perintah Panglima TNI yang mengacu pada arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Kami melaksanakan perintah Panglima TNI atas petunjuk Bapak Presiden untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh masyarakat,” ujar Romy.
Menurut Romy, sosialisasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Ketapang, mengenai pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Ia berharap masyarakat dapat mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dalam mengelola lahan sehingga potensi terjadinya kebakaran dapat ditekan.
“Kami berharap masyarakat melaksanakan instruksi Presiden agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi lagi,” katanya.
Libatkan Pemerintah Desa dan Masyarakat
Pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan di tingkat lokal.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Penyuluhan Mabes TNI bersama unsur Muspika Kecamatan Sandai, pemerintah desa, tokoh adat, pihak perusahaan, serta kelompok tani melakukan dialog langsung dengan masyarakat.
Dialog tersebut menjadi ruang untuk membahas kondisi lingkungan, pengelolaan lahan, serta upaya pencegahan kebakaran dengan mempertimbangkan kondisi dan praktik masyarakat setempat.
Tim juga meninjau sejumlah lokasi di sekitar Desa Pendamar Indah, termasuk lokasi ladang yang berkaitan dengan praktik kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan lahan.
Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran.
Pemerintah Desa Sambut Baik
Kepala Desa Pendamar Indah, Pius Dias, menyambut baik kedatangan Tim Penyuluhan Mabes TNI. Ia menilai sosialisasi secara langsung kepada masyarakat penting untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan.
“Masyarakat menyambut baik sosialisasi ini untuk menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran lahan,” ujar Pius.
Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak lainnya yang memiliki aktivitas di wilayah tersebut.
Dengan adanya dialog dan peninjauan langsung, pemerintah desa diharapkan dapat terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat terkait pengelolaan lahan dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Pencegahan Membutuhkan Kolaborasi
Kegiatan di Desa Pendamar Indah menunjukkan bahwa pencegahan karhutla perlu dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya ketika kebakaran telah terjadi.
Edukasi masyarakat, pengawasan kondisi lahan, komunikasi antarpemangku kepentingan, serta respons cepat terhadap potensi munculnya titik api menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
Keterlibatan tokoh adat dan kelompok tani juga menjadi relevan mengingat sebagian masyarakat memiliki pola pengelolaan lahan yang berkaitan dengan tradisi dan kearifan lokal. Karena itu, upaya pencegahan perlu tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku sekaligus kondisi sosial masyarakat setempat.
Melalui kegiatan penyuluhan dan dialog tersebut, TNI bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, tokoh adat, kelompok tani, serta pihak perusahaan diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam mencegah terjadinya karhutla.
Pada akhirnya, keberhasilan pencegahan karhutla tidak hanya ditentukan oleh sosialisasi, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaan di lapangan, pengawasan bersama, serta kepatuhan seluruh pihak terhadap aturan pengelolaan lingkungan dan pencegahan kebakaran.
Kegiatan Tim Penyuluhan Mabes TNI di Desa Pendamar Indah menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat di tingkat desa mengenai pentingnya menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Sumber: Tim Penyuluhan Mabes TNI

