PROYEK REKONSTRUKSI JALAN DIDUGA GAGAL MUTU, BARU SEUMUR JAGUNG SUDAH RUSAK PARAH APH DIMINTA TURUN TANGAN, KONTRAKTOR & DINAS PUPR KUBU RAYA DISOROT

PROYEK REKONSTRUKSI JALAN DIDUGA GAGAL MUTU, BARU SEUMUR JAGUNG SUDAH RUSAK PARAH
APH DIMINTA TURUN TANGAN, KONTRAKTOR & DINAS PUPR KUBU RAYA DISOROT

Kubu Raya –03  FEBUARI 2026

Tajuk tajam new//

Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Patok 50 – Sungai Bulan (Segmen Rasau Jaya Umum) Lanjutan dengan Nomor Kontrak 600.1.9.3/56/SPK/PPK/PUPRPRKP-BM/X/2025 senilai Rp199.000.000,00 yang bersumber dari APBDP-P Kabupaten Kubu Raya Tahun Anggaran 2025, kini menjadi sorotan tajam publik.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. Mega Suryana dengan konsultan pengawas PT. Mitra Sakti Khatulistiwa, serta memiliki waktu pelaksanaan 45 hari kalender,

diduga kuat gagal mutu. Pasalnya, meski belum lama selesai dikerjakan, kondisi jalan di sejumlah titik telah mengalami kerusakan serius, bahkan ada yang tergolong parah.

TIM MEDIA TURUN KE LAPANGAN

Tim media melakukan investigasi langsung ke lokasi, mendokumentasikan foto dan video, serta mewawancarai warga sekitar dan para pengguna jalan.

Dari hasil wawancara, mayoritas warga mengeluhkan kualitas pekerjaan yang dinilai asal jadi dan tidak mencerminkan standar konstruksi yang layak.

“Belum lama dikerjakan sudah rusak lagi. Ini jelas merugikan masyarakat,” ujar salah satu pengguna jalan.

Warga juga menilai lemahnya pengawasan serta pelaksanaan teknis di lapangan, yang lebih mementingkan keuntungan dibanding kualitas pekerjaan.

DUGAAN KERUGIAN NEGARA & MASYARAKAT

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pemborosan anggaran negara dan potensi kerugian keuangan daerah, mengingat proyek tersebut dibiayai dari uang rakyat.

Jalan yang seharusnya menunjang mobilitas dan ekonomi masyarakat justru menjadi sumber keluhan dan risiko keselamatan.

APH DIMINTA TIDAK TUTUP MATA

Tim media bersama masyarakat memohon kepada Aparat Penegak Hukum (APH),

termasuk inspektorat dan lembaga pengawas lainnya,

agar tidak menutup mata dan telinga terhadap dugaan praktik tidak profesional oleh oknum kontraktor maupun pihak terkait di Dinas PUPR Kabupaten Kubu Raya.

Penindakan tegas dinilai penting guna memberikan efek jera,

serta mencegah terulangnya proyek-proyek bermasalah yang merugikan negara dan rakyat.

KOMITMEN BUPATI DIPERTANYAKAN

Nama Bupati Kubu Raya Sujiwo, yang kerap menyampaikan komitmen mengutamakan kualitas jalan dan perbaikan infrastruktur, ikut disorot. Fakta di lapangan dinilai tidak sejalan dengan pernyataan tersebut.

Lebih jauh, tim media mencatat bahwa berbagai pemberitaan terkait proyek konstruksi bermasalah di Kubu Raya kerap tidak ditindaklanjuti,

bahkan media yang menjalankan fungsi kontrol sosial justru dianggap meresahkan.

MEDIA BUKA RUANG KLARIFIKASI

Sebagai bentuk komitmen terhadap kode etik jurnalistik, tim media menegaskan selalu membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pihak-pihak terkait atas pemberitaan yang telah diterbitkan.

Media menegaskan bahwa kritik dan pengawasan ini semata-mata dilakukan demi kepentingan publik, transparansi, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Narasumber:wgr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *