Gotong Royong Jadi Solusi, Warga Dusun Brona Bangun Infrastruktur Jalan

Tajuktajamnews.com,Sekadau,Kalbar 26 Juni 2026 – Ketua DPW Satria Borneo Raya Provinsi Kalimantan Barat, Antonius Anton, mengapresiasi inisiatif masyarakat Dusun Brona yang membangun infrastruktur jalan secara swadaya dengan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) di wilayah mereka. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap pembangunan di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

“Kami sangat mengapresiasi warga Dusun Brona yang telah berinisiatif membangun infrastruktur jalan dengan memanfaatkan sumber daya alam. Mengingat saat ini pemerintah daerah beralasan belum memiliki anggaran, upaya seperti ini patut didukung oleh semua pihak agar potensi daerah dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur,” ujar Antonius Anton, Jumat (26/6).

Anton menilai, upaya masyarakat membangun jalan seharusnya dilihat dari sisi manfaat yang dirasakan masyarakat luas. Menurutnya, selama tujuannya untuk kepentingan bersama, pendekatan yang digunakan tidak semestinya langsung dipersoalkan tanpa melihat kondisi yang melatarbelakanginya.

“Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 mengamanatkan bahwa sumber daya alam dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Jika masyarakat memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan bersama, seharusnya juga dilihat dari manfaat yang dihasilkan. Yang perlu menjadi perhatian justru mengapa infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat belum juga dibangun,” katanya.

Ia juga menilai pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Sekadau perlu memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Infrastruktur merupakan penggerak roda perekonomian masyarakat. Jalan yang baik akan mempermudah pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan, serta mempercepat akses masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Program pembangunan hendaknya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Anton mengajak seluruh pihak, termasuk penyampai informasi kepada publik, agar lebih objektif dalam melihat persoalan.

“Sebagai penyampai informasi, hendaknya melihat suatu persoalan dari berbagai sisi. Jangan hanya menilai dari aspek pelanggaran semata, tetapi juga mempertimbangkan manfaat yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Dusun Brona, Joko, mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh warga dan dibiayai sepenuhnya melalui swadaya masyarakat.

“Pembangunan jalan ini murni menggunakan dana swadaya masyarakat. Kami bergotong royong karena ingin memiliki akses jalan yang lebih baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Semoga jalan ini dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Menurut Joko, keberadaan jalan yang layak akan mempermudah mobilitas warga, memperlancar pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan, serta mendukung aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat.

Ia berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Dusun Brona dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur agar pemerataan pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat.

“Kami sangat merasakan manfaat dari hasil alam yang dimanfaatkan untuk membangun jalan ini. Jalan yang baik merupakan impian seluruh warga karena akan memudahkan pengangkutan hasil pertanian maupun membawa warga yang sakit menuju rumah sakit,” katanya.

Joko mengungkapkan, meski wilayah mereka berada tidak jauh dari pusat pemerintahan, pembangunan infrastruktur jalan belum pernah terealisasi.

“Kampung kami dekat dengan pusat pemerintahan, tetapi belum pernah mendapat pembangunan jalan. Ketika masyarakat berinisiatif memanfaatkan hasil alam untuk membangun, jangan langsung dianggap merusak atau mencemari lingkungan. Padahal sebelumnya sudah banyak aktivitas lain yang limbahnya mengalir ke wilayah kami,” tutupnya.

Pembangunan jalan secara swadaya tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih terpelihara di tengah masyarakat. Dengan kebersamaan dan kepedulian, warga Dusun Brona berupaya mewujudkan infrastruktur yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sumber : Ketua DPW Satria Borneo Raya Kalbar

Editor : DM MPGI

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *