PONTIANAK –18-Juni-2026 • Tajuk tajam new.com
Viralnya video keluhan pelanggan terkait pelayanan di Hotel Novotel Pontianak, Jalan Budi Karya, Kecamatan Pontianak Selatan, menuai perhatian luas dari masyarakat. Peristiwa yang beredar di media sosial tersebut memicu pertanyaan publik mengenai kualitas pelayanan dan pengawasan terhadap usaha perhotelan di Kota Pontianak.
Berdasarkan keterangan yang beredar, pelanggan mengaku telah melakukan pemesanan kamar dan melunasi biaya penginapan. Namun saat hendak melakukan check-in, pelanggan disebut diminta menunggu tanpa kepastian yang jelas mengenai waktu masuk ke kamar yang telah dibayar.
Kejadian ini memicu reaksi keras dari masyarakat yang menilai pemerintah daerah tidak boleh hanya menjadi penonton ketika keluhan konsumen telah menjadi sorotan publik. Warga meminta Wali Kota Pontianak, dinas yang membidangi pariwisata dan perizinan, serta instansi terkait lainnya segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap dugaan persoalan pelayanan yang dikeluhkan pelanggan.
“Jangan sampai Kota Pontianak dikenal karena buruknya pelayanan terhadap tamu dan wisatawan. Jika ada keluhan yang sudah viral dan menjadi perhatian masyarakat, pemerintah harus hadir memberikan kepastian dan perlindungan kepada konsumen,” ujar salah seorang warga.
Masyarakat menilai persoalan ini bukan sekadar hubungan antara pelanggan dan pihak hotel, tetapi juga menyangkut citra Kota Pontianak sebagai daerah tujuan bisnis, perdagangan, dan pariwisata di Kalimantan Barat.
Apabila keluhan pelanggan dibiarkan tanpa tindak lanjut yang jelas, dikhawatirkan akan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.
Publik juga mendesak agar instansi terkait tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif semata, tetapi benar-benar memastikan standar pelayanan terhadap konsumen dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.
Jika ditemukan adanya pelanggaran terhadap hak-hak konsumen, masyarakat meminta agar diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku tanpa pandang bulu.
Wali Kota Pontianak juga diminta menunjukkan komitmennya dalam menjaga nama baik kota dengan memastikan setiap usaha yang bergerak di sektor jasa dan pariwisata memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat.
Menurut warga, citra daerah dibangun dari kepercayaan publik, dan kepercayaan itu hanya dapat dijaga apabila pemerintah responsif terhadap setiap keluhan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Hotel Novotel Pontianak belum memberikan keterangan resmi kepada tim media terkait keluhan pelanggan yang viral di media sosial.
Oleh karena itu, masyarakat menunggu langkah konkret dari pihak hotel maupun pemerintah daerah untuk memberikan penjelasan dan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Berita ini disusun berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, keterangan pelanggan, serta video yang viral di media sosial.
Tim media tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, keberimbangan, dan membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak Hotel Novotel Pontianak maupun instansi terkait untuk memberikan hak jawab dan klarifikasi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Narasumber:WGR


