Sambas, Kalbar | TAJUKTAJAMNEWS.COM //
Proyek Peningkatan Daerah Irigasi Rawa Tebas Komplek atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kebun Jeruk di Kabupaten Sambas terus dikebut menuju target pencapaian 40 hingga 50 persen pada pertengahan masa pelaksanaan.
Pekerjaan yang bernilai kontrak sebesar Rp22,79 miliar ini dilaksanakan oleh PT. ANUGRAH BAYUARGA PERKASA berdasarkan perjanjian kerja nomor PS0102/T/Bws9.8.1/2026/02 yang ditandatangani pada 30 Januari 2026. Proyek ini dimulai sejak 2 Februari 2026 dengan batas waktu penyelesaian selama 210 hari kalender atau sekitar tujuh bulan. Hingga awal Juni 2026, waktu yang telah berjalan telah mencapai lebih dari separuh dari total jadwal yang ditetapkan.
Dari pantauan di lapangan, konstruksi saluran utama berbahan beton sudah terlihat terbentang cukup panjang. Sebagian besar badan saluran telah dicor dan terbentuk, namun sejumlah pekerjaan masih dalam tahap penyelesaian. Terlihat masih ada rangka penyangga konstruksi yang belum dibongkar, sisa material bekas, serta genangan air di dalam saluran. Bangunan pelengkap seperti pintu air dan saluran cabang juga masih dalam proses pengerjaan.
Perwakilan PT. ANUGRAH BAYUARGA PERKASA,menyatakan bahwa angka 40–50 persen tersebut merupakan target yang sedang diupayakan dicapai berdasarkan pengukuran volume pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai ketentuan teknis dan administrasi yang tercantum dalam kontrak. Persentase pencapaian ini menjadi tolok ukur yang lazim digunakan dalam pelaporan kemajuan, sekaligus menjadi dasar untuk tahapan pencairan dana.
Perlu dipahami bahwa penilaian persentase pekerjaan dalam proyek infrastruktur tidak hanya dilihat dari tampilan fisik semata. Ada aspek teknis dan perhitungan volume yang diakui secara resmi, meskipun secara visual di lapangan masih ada bagian yang belum disempurnakan sepenuhnya.
Pihak pelaksana menegaskan akan terus mempercepat pengerjaan agar target tahap ini dapat tercapai tepat waktu, dan selanjutnya dilanjutkan menuju penyelesaian seluruh komponen proyek. Harapannya, saluran irigasi ini nantinya dapat berfungsi optimal mengairi ribuan hektare lahan pertanian milik warga setempat.
(M. Iskandar)

