Melawi, Kalbar | TajukTajamNews.com //
Diduga praktik bahan bakar minyak (BBM) subsidi kembali mencuat di wilayah Provinsi Kalimantan Barat.Kali ini, aktifitas mencurigakan terlihat di dermaga PT. SBK, di mana sejumlah tangki merah putih diduga berisi BBM subsidi terparkir rapi dan melakukan pengisian langsung ke sebuah kapal.
Berdasarkan informasi yang di himpun dari warga sekitar, BBM tersebut diduga disalurkan ke kapal tongkang yang di sebut-sebut milik seorang pengusaha Lokal bernama H. Awang.Kapal tersebut kabarnya akan di gunakan untuk mendistribusikan BBM ke Serawai, yang dikenal sebagai daerah dengan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI).
Warga juga menyebut sosok H. Awang ini lebih di kenal dengan nama “DOK” ini berdomisili di wilayah Ella Hilir tepatnya di Natai Suri.Ia diduga telah lama menjalan kan bisnis BBM Ilegal yang menyasar lokasi-lokasi daerah hulu.
Selain itu juga H. Awang ini juga di kenal sebagai Bos Penampung emas ilegal di kecamatan Ella Hilir.Praktik bisnis nya diduga semakin meluas dengan berbagai modus,termasuk berkedok usaha pembelian sarang walet.
Hal ini membuat namanya di kenal luas di masyarakat wilayah tersebut.
“Sudah lama dia main di BBM dan emas. Sekarang malah makin besar, seolah tidak tersentuh hukum,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Informasi lain menyebutkan, sebelumnya operasional bisnis tersebut sempat dikelola oleh anaknya yang bernama Wahyu, namun kini telah diambil alih langsung oleh H. Awang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum maupun manajemen PT. SBK.
Masyarakat berharap aparat kepolisian dan instansi berwenang segera turun tangan untuk menyelidiki dugaan praktik ilegal tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di wilayah pedalaman Kalimantan Barat yang kerap dikaitkan dengan aktivitas PETI dan jaringan distribusi ilegal.
Sumber: Masyarakat Kecamatan Ella Hilir


