🔎 INVESTIGASI LAPANGAN: Aktivitas Truk Proyek Rumah Sekolah Rakyat di Pontianak Utara Diduga Langgar Prinsip K3 dan Keselamatan Lingkungan

Pontianak —TajukTajamNews.Id- Tim media melakukan investigasi lapangan terkait proyek pembangunan Rumah Sekolah Rakyat yang dikerjakan oleh PT WIKA Grup di Jalan Flora, Kecamatan Pontianak Utara, menyusul keluhan warga mengenai ancaman keselamatan akibat aktivitas kendaraan berat proyek.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, tim media mendapati truk-truk bermuatan material konstruksi keluar-masuk kawasan pemukiman tanpa pengaturan lalu lintas khusus.

Tidak terlihat adanya petugas pengaman proyek (flagman), rambu peringatan, maupun pembatas jalan yang seharusnya diterapkan pada proyek konstruksi di wilayah padat penduduk.

Lebar jalan lingkungan yang relatif sempit membuat kendaraan warga dan anak-anak yang beraktivitas di sekitar lokasi berada dalam posisi rawan.

Beberapa warga mengaku nyaris terjadi insiden kecelakaan, meski belum sampai menimbulkan korban jiwa.

“Kalau truk lewat, kami harus menepi. Anak-anak sering main sepeda di sini, kami takut tapi mau bagaimana lagi,” ujar seorang warga yang ditemui di lokasi.

Tim media juga mencatat bahwa aktivitas pengangkutan material berlangsung di jam-jam padat, termasuk pagi dan sore hari saat warga berangkat dan pulang kerja, serta ketika anak-anak bermain di luar rumah.

Kondisi ini memperbesar risiko kecelakaan lalu lintas di lingkungan pemukiman.

Dari sisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), proyek konstruksi diwajibkan menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3), termasuk pengendalian risiko di luar area proyek (off-site risk), terutama bila berdampak langsung pada masyarakat sekitar.

Namun, temuan di lapangan menunjukkan indikasi lemahnya penerapan prinsip tersebut.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai fungsi pengawasan Pemerintah Kota Pontianak, baik melalui dinas teknis maupun instansi terkait, dalam memastikan proyek berjalan sesuai standar keselamatan dan tidak membahayakan publik.

Tim media telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak pelaksana proyek PT WIKA Grup, termasuk mendatangi lokasi proyek dan menghubungi perwakilan lapangan, namun tidak mendapatkan keterangan resmi.

Upaya konfirmasi kepada Pemerintah Kota Pontianak juga telah dilakukan, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada respons.

Warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada progres pembangunan, tetapi juga bertanggung jawab atas keselamatan lingkungan sosial di sekitar proyek.

“Jangan sampai menunggu ada korban. Kalau sudah kejadian baru sibuk turun,” tegas warga lainnya.

Hingga saat ini, tidak terlihat adanya tindakan pengawasan atau penertiban di lapangan, baik berupa evaluasi lalu lintas proyek, penempatan petugas keselamatan, maupun sosialisasi kepada warga terdampak.

Media menilai, kondisi ini berpotensi mencerminkan kelalaian pengawasan terhadap proyek strategis yang bersentuhan langsung dengan keselamatan masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen profesional, media membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak PT WIKA Grup, Pemerintah Kota Pontianak, maupun instansi terkait, guna memberikan penjelasan resmi atas temuan investigasi ini, sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *