Warga Resah! Antrean Kendaraan di SPBU Teluk Banjar Bengkayang Picu Macet Panjang, Pengawasan Dipertanyakan

Diduga Dibiarkan, Antrean “Mobil Siluman” di SPBU 64.791.11 Teluk Banjar Picu Kemacetan Parah, Aparat Diminta Bertindak

Bengkayang –16 Maret 2026 Aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU nomor 64.791.11 yang berada di Dusun Teluk Banjar, Kabupaten Bengkayang, kembali menjadi sorotan masyarakat.

Antrean panjang kendaraan yang diduga didominasi oleh kendaraan yang kerap disebut warga sebagai “mobil siluman” memicu kemacetan parah hingga mengganggu aktivitas lalu lintas masyarakat di kawasan tersebut.

Berdasarkan pantauan tim media di lapangan, antrean kendaraan terlihat memanjang hingga memakan badan jalan.

Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan menimbulkan keresahan bagi para pengguna jalan yang melintas maupun warga sekitar yang hendak menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sejumlah warga menyebut kondisi tersebut bukanlah hal baru. Kemacetan akibat antrean pengisian BBM di SPBU tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan kerap terjadi hampir setiap hari.

“Kalau sudah ramai antre, jalan pasti macet. Kadang sampai panjang sekali antreannya. Banyak juga mobil yang kami curigai bolak-balik isi,” ungkap salah seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi.

Warga menduga keberadaan kendaraan yang melakukan pengisian BBM secara berulang menjadi salah satu penyebab utama antrean panjang di SPBU tersebut. Fenomena kendaraan yang kerap disebut sebagai “mobil siluman” ini dinilai memperparah situasi dan memicu kemacetan di jalan utama.

Selain itu, masyarakat juga menilai pihak pengelola SPBU kurang maksimal dalam melakukan pengaturan arus kendaraan keluar masuk area pengisian BBM. Akibatnya, antrean kendaraan kerap meluber hingga ke jalan raya dan menghambat lalu lintas.

Tidak hanya itu, warga juga mempertanyakan pengawasan dari aparat penegak hukum setempat. Pasalnya, kemacetan akibat antrean kendaraan di SPBU tersebut disebut telah berlangsung cukup lama namun belum terlihat adanya penertiban yang signifikan.

Situasi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait pengawasan distribusi BBM bersubsidi serta pengaturan antrean kendaraan di lokasi tersebut. Warga berharap aparat berwenang dapat melakukan penertiban agar aktivitas di SPBU tidak mengganggu kepentingan umum.

Masyarakat juga meminta pihak terkait, termasuk Kepolisian Resor Bengkayang dan Kepolisian Sektor Bengkayang, untuk turun langsung ke lapangan melakukan pengawasan serta memastikan tidak terjadi penyalahgunaan distribusi BBM yang dapat merugikan masyarakat luas.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola SPBU 64.791.11 Teluk Banjar serta pihak kepolisian setempat untuk memperoleh penjelasan resmi terkait kondisi antrean kendaraan yang kerap memicu kemacetan tersebut.

Redaksi menegaskan bahwa ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip keberimbangan informasi dan penghormatan terhadap kode etik jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tim ; RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *