Pengurus GWI Kalimantan Barat Gelar Pertemuan Internal untuk Perkuat Konsolidasi Organisasi

Pontianak, Kalbar – Tajuk.Tajam.News //DPD Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kalimantan Barat menggelar pertemuan internal yang dihadiri oleh Ketua GWI Kalbar, Bapak Alfian, bersama jajaran pengurus dan tim media. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana harmonis dan penuh kebersamaan ini menjadi ajang memperkuat koordinasi serta merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Penasehat Hukum GWI Kalbar, Bapak Hamdi S.H dan Bapak Ruslan S.H, yang turut memberikan arahan terkait penguatan aspek hukum dan etika profesi jurnalistik di lingkungan organisasi. Selain itu, Sekretaris Jenderal GWI Kalbar, Bapak Joni Djamaluddin, serta Bendahara, Bapak Azwar, juga hadir untuk memastikan

Bacaan Lainnya
banner 300x250

kesinambungan administrasi dan tata kelola organisasi berjalan sesuai ketentuan.

Pertemuan ini juga diikuti oleh para anggota dan rekan-rekan media yang tergabung dalam DPD GWI Kalimantan Barat. Kehadiran mereka memberikan warna dan semangat baru dalam upaya memajukan organisasi, sekaligus mempererat hubungan antar sesama wartawan yang bernaung di bawah GWI.

Dalam arahannya, Ketua GWI Kalbar Bapak Alfian menekankan pentingnya kebersamaan, profesionalisme, serta solidaritas antar sesama anggota.

Ia menegaskan bahwa GWI Kalbar harus menjadi contoh organisasi media yang menjunjung tinggi integritas, independensi, dan etika jurnalistik.

Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja yang telah berjalan dan menyusun rencana kegiatan selanjutnya.

Seluruh peserta menyepakati perlunya sinergi internal yang kuat agar GWI Kalbar dapat berperan lebih aktif dalam memberikan kontribusi positif di dunia pers, khususnya di wilayah Kalimantan Barat.

Dengan suasana penuh keakraban dan komitmen bersama, pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa GWI Kalbar terus berupaya memperkuat fondasi organisasi demi tercapainya tujuan bersama untuk memajukan profesi jurnalistik dan menjaga marwah pers sebagai pilar demokrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *